Berikut adalah contoh karya tulis
analisis novel 5 cm
terimakasih kpd seluruh pihak yg telas berpartisipasi..
Analisis Novel 5 cm
Karya Donny Dhirgantoro
![]() |
KARYA TULIS
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Bahasa Indonesia dan Syarat-syarat
Mengikuti Evaluasi Belajar Tahap Akhir
Disusun oleh :
1.
Anggi Nurhotim ( 04 )
2.
Inas Cecilia S (
08 )
Kelas : XI-IPA2
MA PPKP DARUL MA’LA
KECAMATAN WINONG KABUPATEN PATI
TAHUN PELAJARAN 2016/2017
Analisis Novel 5 cm
Karya Donny Dhirgantoro
![]() |
KARYA TULIS
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Bahasa Indonesia dan Syarat-syarat
Mengikuti Evaluasi Belajar Tahap Akhir
Disusun oleh :
1.
Anggi Nurhotim ( 04 )
2.
Inas Cecilia S (
08 )
Kelas : XI-IPA2
MA PPKP DARUL MA’LA
KECAMATAN WINONG KABUPATEN PATI
TAHUN PELAJARAN 2016/2017
HALAMAN
PENGESAHAN
Karya
tulis ini telah dipertahankan dihadapan sidang panitia ujian karya tulis MA
PPKP DARUL MA’LA.
Pada hari :
Tanggal :
Mengetahui
Pembimbing I Pembimbing II
Kiswoyo, S.Pd Minhatul Mughits, S.Hi
Kepala MA PPKP
DARUL MA’LA
Dra. Hj. Sri
Hidayati, M.Pd
NIP. 19620204 199203 2 002
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
MOTTO
1.
Pengalaman adalah harta yang peling berharga
2.
Lebih baik mencoba walaupun gagal dari pada tidak mencoba sama
sekali
3.
Jangan pernah takut untuk gagal
4.
Positif Thinking
5.
Pround of Muslim
PERSEMBAHAN
Kami
sembahkan kepada :
1.
Ibu
Dra. Hj. Sri Hidayati, M.Pd selaku Kepala
Sekolah MA PPKP Darul Ma’la yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk
menimba ilmu.
2.
Bapak
Kiswoyo, S.Pd selaku pembimbing
pelajar Bahasa Indonesia yang memberikan arahan dan bimbingan dengan sabar.
3.
Bapak/Ibu
guru MA PPKP Daru Ma’la yang telah memberikan bekal ilmu motivasi dan kritikan
yang membangun.
4.
Petugas
perpustakaan MA PPKP Darul Ma’la yang telah memberikan bantuan kemudahan
referensi kepada penulis.
5.
Semua
pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu dalam
penyusunan Karya Tulis ini.
KATA PENGANTAR
Segala
puji bagi Allah SWT. atas karunia dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat
menyelesaikan Karya Tulis yang berjudu 5 cm.
Karya
Tulis ini disusun untuk menyelesaikan Tugas Bahasa Indonesia dan Syarat – syarat Mengikuti Evaluasi
Tahap Akhir.
Ucapan
terimakasih penulis sampaikan kepada pihak-pihak yang telah terlibat dalam
memberikan bimbingan dan bantuan atas penyusunan Karya Tulis ini supaya menjadi
lebih baik. Pihak-pihak yang terlibat antara lain :
1.
Ibu
Dra. Hj. Sri Hidayati,M.Pd
selaku Kepala Sekolah MA PPKP Darul Ma’la yang telah memberikan kesempatan
kepada kami untuk menimba ilmu.
2.
Bapak
Kiswoyo,S.Pd
selaku pembimbing pelajar Bahasa Indonesia yang memberikan arahan dan bimbingan
dengan sabar.
3.
Bapak/Ibu
guru MA PPKP Daru Ma’la yang telah memberikan bekal ilmu motivasi dan kritikan
yang membangun.
4.
Petugas
perpustakaan MA PPKP Darul Ma’la yang telah memberikan bantuan kemudahan
referensi kepada penulis.
5. Semua pihak yang tidak
dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu dalam penyusunan Karya
Tulis ini.
Penulis
menyadari bahwa karya tulis ini jauh dari sempurna, meskipun demikian penulis
dengan senang hati apabila para pembaca memberikan saran dan kritik yang
bersifat membangun demi kesempurnaan Karya Tulis ini.
Akhirnya
penulis berharap semoga Karya Tulis ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Pati, 2017
Penulis
DAFTAR
ISI
HALAMAN JUDUL................................................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN...................................................................................... ii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN................................................................................ iii
KATA PENGANTAR................................................................................................. iv
DAFTAR ISI............................................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................ 1
1.1
Latar Belakang Masalah.................................................................................... 1
1.2
Rumusan Masalah.............................................................................................. 2
1.3
Tujuan Penulisan............................................................................................... 2
1.4
Manfaat Penulisan............................................................................................. 2
1.5
Metode Penulisan.............................................................................................. 3
1.6
Sistematika Penulisan........................................................................................ 3
BAB II LANDASAN TEORI...................................................................................... 4
2.1 Teori
Intertekstual.............................................................................................. 4
2.2 Sinopsis.............................................................................................................. 5
2.3 Resensi............................................................................................................... 5
BAB III PEMBAHASAN............................................................................................ 8
3.1
Kelebihan Novel................................................................................................ 8
3.2
Kekurangan Novel ............................................................................................ 8
3.2 Unsur Intrinsik Buku 5cm.................................................................................. 8
BAB IV PENUTUP..................................................................................................... 10
4.1
Kesimpulan.................................................................................................... 10
4.2
Saran.............................................................................................................. 10
Data Novel................................................................................................................ 11
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................. 12
Dokumentasi.............................................................................................................. 13
Lampiran.................................................................................................................... 14
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang Masalah
Karya
sastra merupakan hasil ciptaan manusia yang mengekspresikan, pikiran, gagasan,
pemahaman, tanggapan dan ungkapan pribadi manusia berupa pengalaman, perasaan,
ide, semangat, dan keyakinan dengan gambaran konkret yang membangkitkan pesona
dengan alat bahasa.Sastra
Indonesia adalah suatu kesusastraan yang berupa karya sastra dan hasil budaya
seseorang atau suatu bangsa dengan menggunakan bahasa yang indah dan baik
isinya sebagai alat komunikasi dalam angkatan dan periodisasi sastra.
Kesusastraan adalah karya sastra yang di dalamnya menggunakan bahasa yang idanh
dan baik ditelaah dari segi estetika.
Sastrasebagaiprodukbudaya
manusia berisi nilai-nilai yang hidup dan berlaku dalam masyarakat. Sastra
sebagai hasil pengolahan jiwa pengarangnya, dihasilkan melalui suatu proses
perenungan yang panjang mengenai ha kikat hidup dan kehidupan. Sastra ditulis
dengan penuh penghayatan dan sentuhan jiwa yang dikemas dalam imajinasi yang
dalam tentang kehidupan. Melalui karya sastra, seorang menyampaikan
pandangannya tentang kehidupan yang ada di sekitarnya. Oleh sebab itu,
mengapresiasi karya sastra berarti kita berusaha menemukan nilai-nilai
kehidupan yang tercermin dalam karya sastra. Banyak nilai-nilai kehidupan yang
bisaditemukandalamkaryasastratersebut.
Unsurbahasamerupakanciri
pembeda yang membedakan karya sastra dengan karya seni yang lain. Dengan
demikian dapat dikatakan bahwa pada hakikatnya karya sastra adalah karya seni
yang bermedia atau berbahan utama bahasa. Wellek dan Warren membandingkan
bahasa khas sastra dengan bahasa ilmiah dan bahasa percakapan sehari-hari.
Bahasa ilmiah bersifat detotatif, ada kecocokan antara tanda (sign) dan yang
diacu (referent). Tanda sepenuhnya bersifat arbitrary (dipilih secara
kebetulan, tanpa aturan tertentu) sehingga dapat digantikan oleh tanda lain
yang sama artinya. Tanda juga bersifat maya, tidak menarik perhatian pada
dirinya sendiri, tetapi menunjuk langsung pada yang diacunya. Bahasa ilmiah
cenderung menyerupai sistem tanda matematika atau logika simbolis. Bahasa sastra
penuh ambiguitas dan homonim (kata-kata yang sama bunyinya tapi berbeda
artinya), serta memiliki kategori-kategori yang tak beraturan dan tak rasional.
Bahasa sastra juga penuh dengan asosiasi, mengacu pada unngkapan atau karya
yang diciptakan sebelumnya.
Dengan
kata lain, bahasa sastra sangat konotatif yang hanya mengacu pada satu hal
tertentu. Sastra tulis merupakan karya tulis Indonesia yang dipersiapkan
pengarang untuk mengekspresikan ide yang ada dala pikirannya. Dalam arti ini
sastra merupakan dokumen sosial, akan tetapi hal itu bukan berarti bahwa sebuah
novel dapat dijadikanlaporanwartawankumpulanstatistikdanlainnya.
Nilaiadalahprinsip,
standar, atau kualitas yang dianggap berharga atau diinginkan oleh orang yang
memegangnya. Artinya, nilai itu tidak hanya diharapkan, tetapi juga bisa
diusahakan sebagai suatu yang pantas dan benar bagi diri sendiri dan orang
lain. Nilai merupakan kumpulan sikap dan juga perasaan yang dapat diwujudkan
melalui perilakusosial yang memilikinilaisosialtersebut.
Memilih
novel sebagaiobjek penelitian karena novel merupakan bentuk karya sastra yang
paling populer. Novel adalah bentuk karya sastra yang di dalamnya terdapat
nilai-nilai sosial, moral, pendidikan. Novel ini adalah sebuah karangan fiksi yang
panjangnya cukupan, tidak terlalu panjang namun juga tidak terlalu pendek, oleh
karena itu novel dapat mengemukakan sesuatu secara bebas, lebih rinci, lebih
detil dan melibatkan berbagai permasalahan yang lebih kompleks. Dalam
peredarannya novel 5 cm ini telah di filmkan. Kenyataan ini menyebabkan novel
banyak digunakan untuk berkreativitas, selain itu novel juga sangat digemari
oleh pembaca. Melalui novel pengarang menampilkan nilai-nilai kehidupan yang
perlu untuk diketahui dan mungkin akan dijalani oleh manusia dalamkehidupan itu
sendiri.
1.2
Rumusan
Masalah
1.
Bagaimana kelebihan novel 5 cm ?
2.
Bagaimana kekurangan novel 5 cm ?
3.
Bagaimana unsur intrinsik yang terkndung dalam
novel 5 cm ?
4.
Dimana tempat terjadinya cerita dalam novel tersebut ?
5.
Apa saja amanat yang disampaikan di dalam novel tersebut ?
1.3
Tujuan
Penulis
1.
Agar kita lebih tahu bagaimana alur cerita novel tersebut.
2.
Untuk menambah kreativitas, inspirasi, gagasan serta pola pikir
yang konstruktif.
3.
Untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan siswa.
4.
Untuk mengetahui berbagai macam karya novel di Indonesia.
5.
Untuk memenuhi Tugas Bahasa Indonesia dan Syarat Mengikuti Evaluasi
Belajar Tahap Akhir
1.4
Manfaat
Penulisan
1.
Dapat mengetahui tokoh cerita yang terdapat di dalam novel
tersebut.
2.
Dapat mengambil hikmah dari novel tersebut.
3.
Dapat mengenal berbagai macam suku, bahasa, budaya, ras, estetika
di indonesia berdasarkan cerita.
4.
Dapat mengetahui kisah persahabatan di dalam cerita tersebut.
5.
Dapat terhibur oleh kekocakan dialog antar tokohnya.
1.5
Metode
Penelitian
1.
Metode Penelitian
Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriptif. Karena yang
dikumpulkan adalah berupa kata-kata yang merupakan nilai-nilai sosial dalam
novel 5 cm karya Donny Dhirgantoro.
Metode Diskriptif digunakan untuk memberi gambaran mengenai hasil analisis
data. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau
lukisan secara sistematis, mengenai fakta-fakta, sifat-sifat, serta hubungan
antar fenomena yang diselidiki.
2.
Bentuk Penelitian
Bentuk Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Karna
penelitian ini adalah penelitian
yang fenomenanya dijabarkan dengan kata kata dan bahasa yaitu melalui
kalimat-kalimat dan uraian-uraian tanpa angka.
1.6
Sistem
Penulisan
HALAMAN JUDUL................................................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN...................................................................................... ii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN................................................................................ iii
KATA PENGANTAR................................................................................................. iv
DAFTAR ISI............................................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang Masalah..................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah.............................................................................................. 2
1.3 Tujuan Penulisan................................................................................................ 2
1.4 Manfaat Penulisan.............................................................................................. 2
1.5 Metode Penulisan............................................................................................... 3
1.6 Sistematika Penulisan......................................................................................... 3
BAB II LANDASAN TEORI...................................................................................... 4
2.1 Teori
Intertekstual.............................................................................................. 4
2.2 Sinopsis.............................................................................................................. 5
2.3 Resensi............................................................................................................... 5
BAB III PEMBAHASAN............................................................................................ 8
3.1 Kelebihan Novel................................................................................................ 8
3.2 Kekurangan
Novel ............................................................................................ 8
3.3 Unsur Intrinsik Buku 5cm.................................................................................. 8
BAB IV PENUTUP..................................................................................................... 10
4.1
Kesimpulan........................................................................................................ 10
4.2 Saran.................................................................................................................. 10
Data Novel................................................................................................................ 11
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................. 12
Dokumentasi.............................................................................................................. 13
Lampiran.................................................................................................................... 14
BAB II
LANDASAN
TEORI
2.1
Teori Intertekstual
Untuk
penelitian lebih lanjut, perlu ditelusuri tentang teori intertekstual untuk
menganalisis perbedaan film dari novel adaptasinya yang menghasilkan perubahan
fungsi.Melalui perubahan fungsi tersebut, keutuhan makna dari suatu karya baik
novel maupun film dapat tercapai. Istilah Intertekstual pertama kali
dikemukakan oleh Mikhail Bakhtin via Kristeva melalui kutipan berikut ini: “ …Any
text is constructed as a mosaic of quotations ; any text is the absorption and
transformation of another” (Kristeva, 1987: 66)
Kutipan di
atas menjelaskan bahwa setiap teks merupakan mozaik kutipankutipan; setiap teks
merupakan penyerapan dan tansformasi dari teks lain. Lebih jauh, Bakhtin
menyatakan bahwa apa yang memberikan kedinamisan dimensi terhadap
strukturalisme adalah konsep literary word sebagai sebuah titik
pertemuan dari suatu permukaan isi teks yang di dalamnya terjadi dialog antara
beberapa teks sebelumnya. Dialog tersebut dapat berupa dialog penulis, pembaca
atau konteks kebudayaan lama atau sejaman.
Bakhtin juga
mengemukakan bahwa dengan memperkenalkan status kata sebagai unit struktural
paling sedikit (a minimal structural unit), maka dirinya meletakkan
sebuah teks dalam atau tidak lebih dari sebuah sejarah dan masyarakat yang
kemudian dilihat oleh para penulis sebagai teks – teks. Bakhtin memasukkan
dirinya ke dalam teks – teks tersebut dengan menuliskan kembali teks – teks
itu.
Selanjutnya,
Bakhtin menjelaskan bahwa dirinya menggabungkan beberapa teks yang tidak
bersambungan satu sama lain dengan tulisan seorang penulis dengan kata –
katanya sendiri yang masih berhubungan dengan teks sebelumnya. Oleh sebab itu,
sumbu horisontal (subyek dan pembaca) dan sumbu vertikal (teks dan konteks)
yang bertepatan membantu memberikan penjelasan mengenai satu pernyataan bahwa
masing – masing kata dalam suatu teks adalah persimpangan atau titik temu dari
sebuah kata dalam teks yang telah dibaca walaupun hanya sebuah kata lainnya
(Kristeva, 1987:65-66).
Selain itu,
Culler juga menyatakan hal yang sama dengan Bakhtin tentang interteks.Culler
mengatakan bahwa intertekstualitas sebagai kumpulan sebuah pengetahuan yang
menyebabkan sebuah teks menjadi bermakna karena kita berpikir tentang arti dari
sebuah teks yang bergantung kepada teks – teks lain yang telah diserap serta
diubah bentuknya (ditransformasi).
Lebih jauh,
dapat dijelaskan beberapa prinsip yang dapat digunakan dalam penerapan teori
intertekstual adalah sebagai berikut :
- Transformasi
Transformasi
adalah penjelmaan, pemindahan atau pertukaran suatu teks ke teks lain.
Penerapan unsur ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu formal dan abstrak.
Secara formal, transformasi adalah pemindahan, penjelmaan atau pertukaran teks
secara keseluruhan atau hampir keseluruhan.
2. Haplologi
Haplologi
merupakan unsur intertekstual berupa pengguguran, pembuangan atau penghilangan
sehingga tidak seluruh teks dihadirkan.
3. Ekserp
Ekserp
adalah unsur intertekstual yang dalam penerapannya mengambil intisari dari
sebagian episode, petikan atau suatu aspek secara sama atau hampir sama dengan
teks yang telah ada sebelumnya.
4. Modifikasi
Modifikasi
adalah penyesuaian atau perubahan suatu teks terhadap teks yang telah ada
sebelumnya. Biasanya, prinsip ini dipergunakan dengan tujuan untuk melakukan
penyesuaian, perbaikan ataupun perlengkapan dalam teks yang muncul kemudian
berdasarkan pada teks yang telah ada sebelumnya. Pada umumnya, penyesuaian atau
perubahan berlaku pada pemikiran, alur, atau gaya yang lain dibangun dalam
karya tersebut.
5. Ekspansi
Ekspansi
adalah perluasan atau pengembangan terhadap suatu teks
2.2 Sinopsis
Lima
remaja yang telah menjalin persahabatan yang cukup lama hingga pada
suatu hari mereka berlima merasa jenuh dengan hubungan pertemanan ini, dan
akhirnya mereka memutuskan berpisah untuk sementara dan berjanji tidak saling
berhubungan dan berkomunikasi satu dengan yang lainnya selama 3 bulan.
Namun setelah 3 bulan berpisah,
banyak kerinduan yang mereka rasakan. Dalam perpisahan singkat itu, mereka
menemukan suatu hal yang merubah mereka untuk menjalani hidup lebih baik.
Akhirnya mereka putuskan kembali untuk bertemu dan merayakan kembali pertemuan
mereka dengan mendaki puncak tertinggi di Pulau Jawa yaitu Gunung
Semeru.Perjalanan mereka ke puncak Semeru untuk mengibarkan bendera Merah Putih
di puncak tersebut tepat pada tanggal 17 Agustus. Sebuah perjalanan yang membuat
kelima pemuda ini semakin mencintai Indonesia. Banyak aral melintang dalam
perjalanan mereka menuju puncak.
2.3 Resensi
Kisah ini menceritakan persahabatan
antara lima pemuda yang bernama Gentayang diperankan Fedi Nuril, Arial
(diperankan Denny Sumargo), Zafran (Herjunot Ali), Riani (Raline Shah), dan Ian
yang diperankan oleh Igor “Saykoji”. Film ini berdasarkan novel yang berjudul
“5CM” karya Donny Dhirgantoro. Resensi ini merupakan sebuah resensi film, jadi
tidak dihubungkan dan tidak dibandingkan dengan novelnya. Penilaian yang
dilihat dari film.
Humor, tingkah laku, dan percakapan
yang terjadi bisa dianggap sebagai keseharian yang pernah terjadi di dunia
nyata, tetapi tetap ada bagian yang memang tidak pantas terjadi di dunia nyata.
Riani yang merupakan perempuan sendiri selalu menjadi bagian yang terlindungi
daripada teman-temannya. Mereka berlima semuanya telah lulus masa kuliahnya,
tetapi hanya Ian yang belum. Ian terlalu sibuk mengerjakan hal lain seperti
bermain game, menonton film “blue film” dan suka sekali makan mie pada malam
hari. Keunikan perempuan yang paling cantik ini, apabila sedang makan mie
bersama teman-temanya ia selalu meminta kuah mie dari temannya. Arial yang
memiliki tubuh atletis, bila kenalan dengan wanita lain, selalu grogi dan tidak
lupa membawa kecap bila sedang makan mie di sebuah warung. Zafran memiliki
keunikan berbeda pastinya, dia seorang yang puitis, dan menyukai adiknya
Arial yang bernama Dinda. Hubungan
mereka berdua selalu datar, hanya hubungan jalan di tempat. Genta yang
merupakan pekerja rajin dalam perusahaan bersama Riani, diam-diam dia menyukai
Riani tapi tidak bisa mengungkapkan perasaannya walaupun mereka sudah kenal
lama.Pada suatu malam mereka main kerumah Arial, berkumpul ditempat mereka
biasa ngobrol dan bersantai. Tanpa disangka-sangka Genta mempunyai sebuah
gagasan yang bikin mereka merasa sedih sekaligus bimbang. Genta ingin mereka
berlima selama tiga bulan tidak boleh bertemu maupun berkomunikasi dengan cara
apapun. Selama itu mereka harus melakukan kegiatan sesuai dengan apa yang ingin
mereka capai tanpa berhubungan satu sama lain. Riani merasa dia tidak kuat
tanpa mereka semua yang selalu bersama dalam segala kegiatan. Ian setuju,
karena dia ingin menyelesaikan skripsinya yang telah lama dia abaikan. Dengan
begitu dia bisa fokus akan kegiatanannya dengan menyelesaikan skripsi hingga
sidang.
Kerja keras Ian sempat mengalami
cobaan, tetapi Ian tetap tidak menyerah dia terus berusaha karena orang tua Ian
telah merestui Ian untuk meneruskan kuliah S2 di Manchester. Ian sempat patah
semangat saat dia memberi 300 lembar kuesioner tentang SDM ke salah satu
perusahaan. Setelah keluar dari perusahaan tersebut Ian bertemu dengan salah
seorang yang bekerja di tempat tersebut, dia ingin meminjam dongkrak pada Ian,
dengan raut muka yang putus asa Ian meminjamkan dongkrak miliknya. Kebetulan
sekali orang yang meminjam dongkrak ian bekerja dalam mengurus SDM. Cocok
seperti kuesioner yang Ian teliti. Dengan begitu Ian memberikan kuesioner
miliknya kepada orang tersebut.Sementara itu Zafran sibuk menelpon adiknya
Arial yang bernama Dinda. Zafran selalu menelpon Dinda dengan obrolan yang
itu-itu saja. Ada yang menarik pada scene ini dimana Zafran sedang random chat
dengan salah satu teman yang ada di akun curhatnya. Tanpa Zafran ketahui,
ternyata Zafran sedang curhat melalui chat tersebut dengan Riani. Pada scene
selanjutnya Riani yang sedang di kantor menunggu hujan reda, sedang mengobrol
dengan Zafran. Dan obrolan mereka pun sama, mereka merindukan
sahabat-sahabatnya.
Selama satu bulan mereka semua
mengalami kegiatan yang tidak biasa. Terutama Arial, pada saat dia sedang
nge-gym, dia berhasil kenalan dengan seorang wanita bernama Nindi. Dia berani
mengajak Nindi ke villa puncak orang tuanya, tetapi mereka tidak melakukan
hal-hal yang negatif.Tiga bulan lamanya telah berlalu, Genta menghubungi
sahabatnya dan memberitahu mereka melalui sms
bahwa selama seminggu setiap hari mereka harus berolahraga untuk
mempersiapkan diri dan memberitahukan kalau mereka nanti akan bertemu di
stasiun kereta api senen pada tanggal 15 Agustus. Mereka berkumpul di stasiun
kereta untuk keberangkatan menuju tempat rahasia yang Genta janjikan. Mereka
semua telah datang, kecuali Ian yang masih dalam perjalanan. Kereta sudah
bergerak, Ian pada saat itu baru muncul dan akhirnya berhasil naik ke dalam
kereta, walaupun kelelahan mengejar kereta.Rasa penasaran mereka akhirnya
terjawab, mereka akan mendaki menuju puncak gunung tertingi di pulau Jawa yaitu
“Puncak Mahameru”. Mereka tidak hanya berlima, Arial mengajak adiknya Dinda.
Berenam mereka mempersiapkan diri dari tempat penginapan hingga perjalanan
mendaki ke puncak. Keindahan Mahameru dan sekitarnya begitu menakjubkan.
Keindahan alam Indonesia yang memang tidak ada duanya. Sebagai warga negara Indonesia,
patut bersyukur atas apa yang Tuhan berikan.
Pada saat perjalanan menuju puncak
Mahameru, disini terdapat jalur yang menanjak yang dinamakan tanjakan cinta. Jalur ini disebut tanjakan
cinta karena bentuk dari tanjakan ini membentuk simbol ‘cinta’. Mitos yang ada
pada tanjakan cinta ini, jika pada saat kita menanjak tanpa melihat kebawah dan
memikirkan seseorang yang ingin kita miliki, dipercaya keinginan kita akan
terwujud. Kelucuan pun terjadi pada scene ini,
Zafran dan Ian langsung mendahului teman-temanya. Zafran yang sedang
meikirkan Dinda dan Ian sedang memikirkan bersama Happy Salma. Happy Salma
merupakan salah seorang artis yang sangat diidolakan oleh Ian. Tiba-tiba Genta
memanggil mereka berdua dari bawah, dengan spontan Zafran dan Ian langsung
mengengok kebelakang. Beberapa saat mereka akhirnya sadar, kekonyolan mereka
berdua membuat mereka putus asa akan keinginannya.
Saat menegangkan pun tiba, mereka
berlima sudah mencapai kaki Mahameru yang dikenal dengan Arcopodo. disini
mereka menyempatkan untuk beristirahat dan melanjutkan perjalanan kembali
menuju puncak pada pukul 02:00 WIB. Sebelum melanjutka perjalanan mereka berdoa
bersama terlebih dahulu. Suhu di tempat ini sangat dingin, bila tidak banyak
bergerak tubuh bisa kaku kedinginan. Pada saat melakukan perjalanan menuju
puncak, Arial sempat tidak kuat menahan dinginnya suhu disana hingga hampir
saja Arial putus asa untuk melanjutkannya karena hypotermia. Dengan dorongan
semangat dari teman-temannya, dia akhirnya bisa melanjutkan pendakiannya. Jalur
pendakian yang sangat terjal dan sulit membuat banyak hal yang tidak mereka
inginkan terjadi. Saat mendaki halangan pun kembali terjadi, runtuhan bebatuan
dari atas mengenai Dinda dan Ian. Dinda mengalami luka disamping kiri bagian
bawah teling sedangkan Ian pingsan karena terbentur runtuhan batu yang lumayan
besar dan sangat keras yang ada
dihadapannya. Mereka berlima menolong Ian, Genta berusaha membangunkan Ian
dengan napas buatannya dan menekan bagian dadanya agar Ian sadar. Karena Ian
tidak sadar-sadar mereka mengira bahwa Ian telah meninggal. Zafran yang pada
saat itu sangat terpukul karena sahabatnya sudah tiada, dia berteriak memanggil
Ian, dan Ian pun sadar dengan kesadaran yang lucu.
Setelah semuanya sadar dan kuat, mereka
melanjutkan kembali pendakiannya dengan semangat yang berkobar. Hingga akhirnya
mereka berhasil mencapai puncak Mahameru, puncak tertinggi di pulau Jawa.
Sesampainya di puncak Mahameru, mereka berlima mengibarkan bendera merah putih
sambil melihat matahari terbit tepat di tanggal 17 Agustus. Dan mereka pun
mengucapkan kata-kata yang sangat memberikan semangat kepadan seluruh pemuda
Indonesia untuk mencapai keindahan alam Indonesia yang telah Allah ciptakan.
Berikut ini
merupakan penggalan kalimat yang mereka ucapkan sebelum melakukan pendakian:
Taruh puncak
itu di depan kita, dan jangan lepaskan !
Yang kita
perlukan adalah kaki yang berjalan lebih jauh
dan tangan
yang berbuat lebih banyak
Leher yang
akan lebih sering melihat ke atas
Mata yang
akan menatap lebih lama dari biasanya
Lapisan
tekad yang seribu kali lebih keras dari baja
Hati yang
akan bekerja lebih keras
Serta mulut
yang akan selalu berdoa
Dan setiap
kali impian dan cita-cita muncul, letakkan di depan kening kita,
Jangan
menempel, biarkan menggantung 5 cm di depan kening,
Supaya tidak
terlepas dari mata kita
Dan yang
bisa dilakukan seorang manusia terhadap mimpi dan keyakinannya adalah
Ia hanya tinggal mempercayainya.
Ia hanya tinggal mempercayainya.
BAB III
PEMBAHASAN
3.3 Kelebihan Novel
Kelebihan buku ini adalah ceritanya yang
menarik, penuh semangat dan petualangan. Penulis menggunakan bahasa yang mudah
dimengerti, dan alur cerita yang tidak membosankan sehingga pembaca ingin
membaca buku ini hingga halaman terakhir. Dalam buku ini, banyak kata-kata yang
membuat kita terinspirasi. Dalam ceritanya, diselipkan lagu-lagu yang sesuai
dengan suasana yang sedang terjadi, sehingga membuat kita semakin terhanyut
dalam cerita. Ditambah lagi dengan penggambaran setting waktu dan tempat yang
sangat detail tetapi tidak berlebihan seakan membuat seolah kita ikut terlibat
di dalamnya, seperti perjalanan mereka dari Jakarta (stasiun Senen) sampai ke
atas puncak Mahameru. Pembaca bagaikan berada di sana, merasakan dinginnya Ranu
Pane, indahnya Ranu Kumbolo, mistisnya Kalimati, dan menakjubkannya puncak
Mahameru. Pesan moral yang disampaikan pun sangat baik sehingga memotivasi
pembaca agar bisa mengejar impian mereka dan membuat jadi nyata.
3.4 Kekurangan Novel
Kekurangan buku ini yakni dari Cerita akhir novel yang terasa begitu
dipaksakan dengan pembentukan keluarga antara sahabat-sahabat tersebut ditambah
dengan keturunan mereka yang begitu sama mewarisi sifat-sifat orangtuanya dan
semuanya sebaya, seumuran. Bagi saya, akhir cerita di novel ini terlalu naif.
Sekelompok sahabat itu masih saja mempunyai “ruh” kaum muda meski sudah memiki
keturunan dan hal tersebut terasa juga pada anak-anak yang masih TK tetapi
“jiwa”nya berjiwa kaum muda dewasa. Kedua hal tersebut membuat pembaca sulit
membedakan mana yang menjadi anak dan mana yang menjadi bapak, mana yang pemuda
dan mana pula yang anak-anak.
3.4 Unsur Intrinsik Buku 5cm
a. Tema
Tema
yang diambil adalah Persahabatan.
b.
Latar Belakang
Tempat
: Jakarta, Yogyakarta, Bogor, Rumah Arial, Stasiun kereta api Senen, Stasiun
Lempuyungan, Puncak Mahameru
Waktu
: Setiap saat (Pagi sampai malam)
Suasana
: Menyenangkan, mengharukan dan menegangkan
c. Alur
Alurnya maju mundur artinya dalam cerita terjadi flashback ke masa lalu dan kejadian di masa depan.
Alurnya maju mundur artinya dalam cerita terjadi flashback ke masa lalu dan kejadian di masa depan.
d.Sudut Pandang
Sudut pandamg yang digunakan adalah sudut pandang orang ketiga tunggal.
Sudut pandamg yang digunakan adalah sudut pandang orang ketiga tunggal.
e. Penokohan
Arial :Baik, setiateman, paling sporty
diantara teman-temannya (protagonis)
Riani : pintar, baik, pintar menjaga
rahasia (protagonis)
Zafran : anaknya humoris, apa adanya, setia
teman, baik, dan romantis (protagonis)
Ian : anaknya malas, lebih suka bermain
game dibanding menyelesaikan tugas skripsinya (protagonis)
Genta : Dewasa, baik, penengah keributan,
paling setia teman, perduli pada teman-temannya (Tritagonis)
Dinda : adik dari Arial ini mempunyai sifat
polos, baik hati, dan setia teman (protagonis)
f. Amanat
1. Kita harus menanamkan satu keyakinan pada
diri kita bahwa tidak ada yang tidak bisa di dunia ini kecuali keyakinan yang
menganggap bahwa kita tidak dapat melakukan hal tersebut
2. Sebaik-baik manusia dalam hidupnya adalah
apabila ia menjadi manusia yang bisa memberi manfaat bagi orang lain bukan
orang yang mementingkan diri sendiri dan terlalu mencintai dirinya sendiri
3. Biarkan keyakinanmu menggantung 5 cm di
depan keningmu, agar kamu bisa terus melihatnya. Setelah itu yang kamu perlukan
hanyalah kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya. Tangan yang akan
berbuat lebih banyak dari bisanya. Mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya. Leher
yang akan lebih sering melihat ke atas. Lapisan tekad yang seribu kali
lebih keras dari baja. Hati yang akan bekerja lebih keras dari
biasanya. Serta mulut yang akan selalu berdoa.
4. Sebaik-baiknya teman adalah teman yang
tidak meninggalkan kita saat kita terjatuh, teman yang akan membantu kita
sampai berada di puncak teratas, teman yang akan mengulurkan tangannya saat
kita berada dalam kesulitan, teman yang rela mati-matian membantu kita saat
nyawa juga didalam bahaya. Itulah arti teman sejati
5. Terimalah dengan apadanya kekurangan dan
kelebihan yang dimiliki sahabat kita. Tidak semua orang memiliki nilai plus
seutuhnya. Nilai plus tersebut pasti akan selalu didampingi dengan nilai minus.
Tinggal bagaimana cara kita sebagai teman untuk menutupi kelebihan dan
kekurangan teman kita.
BAB IV
PENUTUP
4.1Kesimpulan
Berdasarkan kisah tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa
terdapat 3 nilai yang dapat diambil
dari
kisah tersebut. Yang
pertama adalah persahabatan. Didalam novel 5CM, diilustrasikan bahwa
persahabatan mereka murni, mereka selalu menolong, peduli, dan saling percaya.
Nilai yang kedua adalah nasionalisme. Mereka sebagai generasi muda tetap
menjaga rasa cinta tanah air dalam diri mereka. Karena mereka sadar bahwa
mereka adalah generasi penerus pembangunan bangsa di masa depan. Sebagai contoh
kelima sahabat ini, melaksanakan upacara hari kemerdekaan Indonesia di puncak
Mahameru. Dan nilai yang terakhir adalah nilai kemanusiaan, sesuai dengan sila
pancasila kedua dan kelima. Bahwa kita tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan
orang lain. Oleh sebab itu, ini sebagai salah satu conto h implementasi
Pancasila oleh para generasi muda.
4.2Saran
Ø Untuk Analisis
selanjutnya
1. Perlu
panduan yang lebih serius agar kesempatan terjadi keselahan dalam pembuatan
karya tulis lebih sedikit
2. Perlunya
sumber atau bahan yang lebih banyak lagi agar para penulis lebih bisa
mempertimbangkan dan menganalisis dengan baik
3. Perlunya
ketelitian dalam pembuatan karya tulis agar tidak terjadi kesalahan yang
berulang-ulang
Ø Untuk Sekolah
1. Perlunya penambahan peralatan komputer dalam penerapannya dengan sistem
yang dijalankan sehingga operasi kerja dapat menjadi cepat dan tepat.
2. Perlunya penambahan contoh karya tulis yang tepat sehingga siswa dan siswi
dapat lebih mengerti bagaimana karya tulis yang tepat.
3. Perlunya penambahan wawasan yang harus diberikan pihak sekolah kepada para
siswa dan siswi seperti pengenalan terhadap analisis yang dikerjakan.
Data Novel
1. Judul Film : 5cm
2. Sutradara :
Rizal Mantovani
3. Produser : Sunil
Soraya
4. Genre : Drama
5. Pemeran : Herjunot Ali, Fedi Nuril, Denny Sumargo, Raline
Shah, Igor Saykoji, Pevita Pearce
6. Tanggal
Rilis : 12 Desember 2012
7. Bahasa : Indonesia
8.
Tipe Novel
Bentuk karangan
: 5 cm berbentuk
prosa
Sifat Karangan
: 5 cm bersifat fiksional
Ukuran
: 5 cm cerita panjang karena terdiri dari 379 halaman.
Novel National Bestseller ‘5cm’ karya Donny Dhirgantoro
DAFTAR
PUSTAKA
DOKUMENTASI
![]() |
|||||||
![]() |
|||||||
![]() |
|||||||
![]() |
|||||||

LAMPIRAN
BIODATA PENULIS

·
PENULIS
Nama : Anggi Nurhotim
No. Absen : 04
Kelas : XI-IPA2
Alamat : Desa Blingijati Rt 2/2
TTL : PATI, 05 AGUSTUS 2000
Motto : Sebuah tindakan adalah dasar dari sebuah keberhasilan
Hobi : Berkhayal
Cita-Cita : Sukses Dunia Akhirat
Ttd
ANGGI NURHOTIM
LAMPIRAN

·
PENULIS II
Nama : Inas Cecilia Sholikhun
No. Absen : 08
Kelas : XI-IPA2
Alamat : Desa Gunungpanti Rt 2/2
Ttl : pati,
02 november 2000
Motto : Melakukan dengan serius tetapi
santai
Hobi : Menyaksikan Drama Korea, Youtube-An
Tari Saman, Membaca Komik
Cita-Cita : Lulus S2 , Menjadi anak yang salehah
TTD







Komentar
Posting Komentar